Tampilkan postingan dengan label Tugas Individu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Individu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2012

Mini Survey

SELAMAT PAGIIIIIII SEMUAAAAAAA \(^O^)/

Pada mata kuliah Psikologi Pendidikan, kami mendapat tugas untuk melakukan sebuah mini survey secara online. Jadi untuk mengerjakan tugas tersebut, maka saya membuat mini survey online yang berisikan 7 pernyataan. Mini survey saya ini bertemakan mengenai apakah minat & semangat mahasiswa untuk mengikuti suatu mata kuliah dipengaruhi oleh kondisi kelas, cara mengajar dosen dan kesukaan mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut. Mini survey ini diikuti oleh 55 orang partisipan.


Berikut adalah 7 pernyataan yang ada di kuisioner:

1. Kondisi lingkungan kelas mempengaruhi semangat anda mengikuti mata kuliah
2. Kondisi lingkungan kelas yang tidak kondusif dapat menurunkan semangat dalam mengikuti mata kuliah
3. Bagaimana cara dosen mengajar mempengaruhi minat anda dalam mengikuti mata kuliah
4. Anda lebih suka apabila dosen menggunakan metode ceramah
5. Anda lebih suka apabila dosen menggunakan metode presentasi
6. Anda lebih suka apabila dosen menggunakan metode diskusi
7. Tingkat semangat anda dalam mengikuti suatu mata kuliah dipengaruhi oleh kesukaan anda pada mata kuliah tersebut



Dan berikut adalah tabel hasil mini survey nya:


No
Pernyataan
Jawaban
Tidak Setuju
Netral
Setuju
1.
Kondisi lingkungan kelas mempengaruhi semangat anda mengikuti mata kuliah
0%
(0)
9%
(5)
91%
(50)
2.
Kondisi lingkungan kelas yang tidak kondusif dapat menurunkan semangat dalam mengikuti mata kuliah
2%
(1)
20%
(11)
78%
(43)
3.
Bagaimana cara dosen mengajar mempengaruhi minat anda dalam mengikuti mata kuliah
0%
(0)
9%
(5)
91%
(50)
4.
Anda lebih suka apabila dosen menggunakan metode ceramah
7%
(4)
46%
(25)
47%
(26)
5.
Anda lebih suka apabila dosen menggunakan metode presentasi
16%
(9)
44%
(24)
40%
(22)
6.
Anda lebih suka apabila dosen menggunakan metode diskusi
11%
(6)
60%
(33)
29%
(16)
7.
Tingkat semangat anda dalam mengikuti suatu mata kuliah dipengaruhi oleh kesukaan anda pada mata kuliah tersebut
4%
(2)
16%
(9)
80%
(44)


Kesimpulan:
Berdasarkan pernyataan poin 1, 2, 3 & 7, dapat dilihat bahwa sebanyak 40 orang lebih partisipan menyatakan setuju dengan pernyataan ini. Ini menunjukkan bahwa minat & semangat mahasiswa untuk mengikuti suatu mata kuliah dipengaruhi oleh kondisi kelas, cara mengajar dosen dan kesukaan mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut.

Testimonial:
Mata kuliah pendidikan selalu mengajarkan hal-hal yang baru kepada saya. Dimulai dari blended learning, dan juga mini survei yang dilakukan secara online ini. Dengan adanya tugas ini, saya dapat menambah wawasan bagaimana cara membuat survei secara online. Melalui tugas survei ini pun saya dan teman-teman lainnya saling membantu satu sama lain dan peduli terhadap yang lainnya.


Tetap semangat teman-teman \(^o^)/

Kamis, 08 Maret 2012

Psikologi Pendidikan? Apakah Itu?

Psikologi itu adalah studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Lalu mengapa ada Psikologi Pendidikan? Apa pula kah itu? Nah, karena belajar merupakan sebuah perilaku dan proses mental yang akan kita lalui dalam hidup kita, maka dibuatlah pembelajaran mengenai bagaimana proses pembelajaran ini berlangsung, serta apa-apa saja yang dapat menghambat atau menunjang proses dalam pembelajaran ini, seperti misalnya bagaimana ciri-ciri guru yang efektif, dll. Maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa Psikologi Pendidikan adalah cabang psikologi yang mengkhususkan diri pada pemahaman tentang proses belajar dan mengajar dalam lingkungan pendidikan.
Terus siapa pula yang mempunyai ide brilian untuk menciptakan psikologi pendidikan ini? Eits, tunggu dulu, ternyata para perintis psikologi pendidikan ini bukan sembarang perintis loh, mereka adalah perintis bidang psikologi yang sudah terkenal akan teori-teori mereka dan kehebatannya sudah mendunia loh teman-teman. Adapun para perintis psikologi pendidikan ini adalah:
1. William James. Beliau ini mengeluarkan sebuah buku ajar psikologinya yang pertama, yaitu Principles of Psychology (1890). Nah menurut James ini, para guru harus mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.
2. John Dewey. Nah ada 3 ide penting yang kita dapatkan dari Dewey ini. Pertama, anak itu adalah seorang pembelajar yang aktif (active learner). Jadi anak tidak bisa hanya disuruh diam di tempat duduknya, dia akan lebih mengerti apabila belajar dengan aktif. Kedua, pendidikan itu seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Jadi anak tidak hanya melulu belajar akademik saja, karena pembelajaran dari lingkungannya juga berpengaruh terhadap si anak. Dan ketiga, semua anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
3. E. L. Thorndike. Thorndike ini berpendapat bahwa salah satu tugas para pendidik yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak.

Lalu, pertanyaan selanjutnya, bagaimanakah ciri-ciri guru yang efektif dalam mengajar? Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan murid-murid pun bervariasi, sehingga tidak ada cara tunggal untuk mengajar yang efektif bagi semua hal (Diaz, 1997). Guru harus menguasai beragam perspektif dan strategi, dan harus bisa mengaplikasikannya dengan fleksibel. Hal ini membutuhkan dua hal utama, yaitu: 1. Pengetahuan dan keahlian profesional, dan 2. Komitmen dan motivasi


1. Pengetahuan dan keahlian profesional
Guru yang efektif itu menguasai materi pelajaran dan mempunyai keterampilan mengajar yang baik. Guru yang efektif juga memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran, dan manajemen kelas. Mereka tahu bagaimana memotivasi, berkomunikasi, dan berhubungan secara efektif dengan murid-murid dari beragam latar belakang yang berbeda. Mereka juga memahami cara menggunakan teknologi yang tepat guna di dalam kelas.
2. Komitmen dan motivasi
Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. Hal ini mencakup sikap yang baik dan perhatian terhadap murid. Komitmen dan motivasi ini juga dapat membantu guru yang efektif untuk melewati masa-masa yang sulit dan melelahkan dalam mengajar. Guru yang efektif juga punya kepercayaan diri terhadap kemampuan dirinya dan tidak akan membiarkan emosi negatif melunturkan motivasi mereka.

Jadi, bagaimana? Sudahkah anda menjadi guru yang efektif? Karena semakin baik anda menjadi guru, maka semakin berharga pula pekerjaan anda. Dan jika anda semakin dihormati dan sukses di mata murid, maka anda akan merasa semakin bertambah pula komitmen anda.

Ayo semangat meningkatkan diri kita ke arah yang lebih baik lagi. SEMANGAAAT! \(^o^)/




Masih belum semangat? Lihat juga semangat yang satu ini...




DAFTAR PUSTAKA
Santrock, John.W. 2007. Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Kencana Prenada Media Group : Jakarta